MEMILAH ANTARA HOAX DAN FAKTA
Dunia sekarang sedang mengalami pandemi yang telah mengubah kebiasaan dan aktivitas orang-orang di seluruh penjuru dunia. Orang-orang yang dulunya dekat, sekarang harus jaga jarak. Orang yang dulunya bebas beraktivitas, sekarang harus beraktivitas dari rumah. Orang yang dulunya bebas tanpa memakai masker, sekarang harus mengikuti protokol kesehatan. Semua itu akibat dari munculnya virus corona.
Sejak kemunculan virus corona pertama di Wuhan, Tiongkok, muncul kepanikan dalam masyarakat akibat ketidakpastian akhir dari work from home atau yang dikenal sebagai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). PSBB memaksa orang-orang untuk beraktivitas secara online. Disaat yang sama hoax berkaitan dengan pandemi mulai bermunculan. Sebagai contoh, muncul berbagai obat penangkal Covid-19 bahkan ada yang menawarkan obat yang dapat menyembuhkan orang yang terpapar virus corona.
Hoax adalah berita bohong yang menjadi salah satu tantangan yang dari dahulu hingga ke depan yang akan kita hadapi. Masyarakat harus mengenal dan memahami perbedaan antara hoax dan fakta. Itu diperlukan agar masyarakat terhindar dari penipuan dan kepanikan publik. Contoh sederhananya, jika ada seorang pria percaya bahwa ada obat yang dapat menangkal virus corona, maka ia bisa saja mengabaikan protokol kesehatan dan mungkin menjadi penyebar Covid-19 tanpa gejala. Hal tersebut dapat mempercepat penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat perlu memilah antara hoax dan fakta.
Metode yang dapat digunakan untuk mengenal hoax adalah metode VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Secara singkat VUCA merupakan metode yang digunakan untuk mengenal sifat mengenai tantangan yang akan dihadapi. Berikut rincian metode VUCA untuk mengenali hoax:
1. VOLATILE
Volatile dalam definisi VUCA ialah sesuatu yang terjadi dengan cepat dalam skala besar dan kadang berubah secara tiba-tiba sehingga bisa menyebabkan timbulnya shock atau surprise pada keadaan sekitarnya. Hoax dapat menimbulkan kepanikan dalam masyarakat karena umumnya penyebarannya yang sangat cepat ditambah dengan masalah yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Kurangnya budaya literasi masyarakat menjadi salah satu penyebabnya. Masyarakat umumnya lebih memilih untuk langsung percaya dibanding mengecek kebenaran suatu berita yang beredar.
2. UNCERTAINTY
Dalam VUCA, Uncertainty berarti sesuatu yang tidak pasti kebenarannya dan jika informasinya ada tetapi itu tidak lengkap sehingga gambaran pastinya tidak diketahui. Hoax jelas adalah sesuatu yang tidak pasti kebenarannya sehingga itu memunculkan kebingungan dalam masyarakat. Kebingungan ini membuat masyarakat menjadi pasif atau tidak tahu apa yang harus dilakukan.
3. COMPLEXITY
Keterhubungan setiap komponen dengan komponen yang lain dalam suatu sistem. Itulah yang dinamaan Complexity. Hoax dapat dikatakan mempunyai karakteristik complexity karena akibat adanya hoax, timbul banyaknya permasalahan yang saling berkaitan satu sama lain sehingga sulit untuk diurai. Misalnya saja, jika ada orang yang terpapar virus corona makan orang tersebut akan segera mati akibat virus corona yang berada dalam tubuhnya. Tentu ini akan menimbulkan kekacauan dalam masyarakat, pemerintah susah berkomunikasi dengan masyarakat, ekonomi tersendat dan bisa saja terjadi krisis ekonomi.
#TantanganMasaDepan #DuniaVUCA #OSKMITB2020 #TerangKembali
Komentar
Posting Komentar